Mita, Mayasari (2026) ANALISIS PRAGMATIK UNGKAPAN PERSETUJUAN DALAM BAHASA JEPANG WAKARIMASHITA, KASHIKOMARIMASHITA, SHOUCHI-ITASHIMASHITA DAN RYOUKAISHIMASHITA. Other thesis, UNSADA.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (2MB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1.pdf Download (2MB) | Preview |
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
Preview |
Text
BAB 4.pdf Download (985kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSSTAKA.pdf Download (2MB) | Preview |
Preview |
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) | Preview |
Preview |
Text
HASIL TURNITIN.pdf Download (764kB) | Preview |
Preview |
Text
SUKET TURNITIN.pdf Download (95kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pragmatis, tindak lokusi dan tindak ilokusi, serta persamaan dan perbedaan ungkapan persetujuan dalam bahasa Jepang, yaitu wakarimashita, kashikomarimashita, shouchiitashimashita, dan ryoukaishimashita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik berdasarkan teori tindak tutur Searle (1969). Sumber data penelitian diperoleh dari Balanced Corpus of Contemporary Written Japanese (BCCWJ) yang diakses melalui platform shonagon. Analisis dilakukan dengan mengkaji makna pragmatis, tindak lokusi, tindak ilokusi, serta konteks sosial yang melatarbelakangi penggunaan setiap ungkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat ungkapan tersebut memiliki fungsi dasar yang sama sebagai shoudaku hyougen, yaitu ungkapan yang digunakan untuk menyatakan penerimaan terhadap tuturan lawan tutur meskipun setiap ungkapan memiliki karakteristik pragmatis yang berbeda. Wakarimashita dan shouchiitashimashita digunakan untuk menyatakan pemahaman serta menerima permintaan atau instruksi. Kashikomarimashita digunakan untuk menerima permintaan, pesanan, atau instruksi dalam situasi pelayanan dan hubungan hierarkis, sedangkan ryoukaishimashita digunakan sebagai respons terhadap instruksi yang menuntut tindakan segera di lingkungan kerja. Dari perspektif tindak tutur, seluruh ungkapan memiliki tindak lokusi yang menyatakan pemahaman atau penerimaan, sedangkan tindak ilokusinya didominasi oleh tindak tutur komisif. Tindak tutur asertif hanya ditemukan pada penggunaan wakarimashita dan shouchiitashimashita ketika kedua ungkapan tersebut berfungsi sebagai konfirmasi atas pemahaman informasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemilihan ungkapan persetujuan dipengaruhi oleh hubungan sosial penutur dan lawan tutur, konteks komunikasi, tingkat formalitas, serta sistem keigo dalam masyarakat Jepang, sehingga keempat ungkapan tersebut tidak dapat digunakan secara saling menggantikan meskipun memiliki makna dasar yang serupa.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing I : Ari Artadi, Ph.D Dosen Pembimbing II : Hari Setiawan, M.A |
| Uncontrolled Keywords: | Pragmatik, tindak tutur, shoudaku hyougen, keigo, wakarimashita, kashikomarimashita, shouchiitashimashita, ryoukaishimashita. |
| Subjects: | 400 Language/Bahasa > 410.145 Pragmatics of Standard Form of Language/Pragmatik dalam Bahasa Baku |
| Divisions: | Fakultas Bahasa Dan Budaya > Bahasa dan Kebudayaan Jepang |
| Depositing User: | Suwatno Suwatno Perpustakaan |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 08:22 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 08:22 |
| URI: | http://repository.unsada.id/id/eprint/10882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
