Ayub, Timba (2025) ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN SISTEM HYBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DAN BIOMASSA DI PULAU KUNDUR PROVINSI KEPULAUAN RIAU. Other thesis, UNSADA.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (639kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (715kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (637kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (754kB) |
|
|
Text
HASIL TURNITIN.pdf Download (553kB) |
|
|
Text
SUKET TURNITIN.pdf Download (140kB) |
Abstract
Pulau Kundur di Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi energi terbarukan yang besar, terutama dari sumber energi surya dan biomassa. Namun, pemanfaatan kedua sumber energi ini masih belum optimal. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi sistem hibrid pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa di Pulau Kundur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode analisis kelayakan teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Data yang digunakan meliputi data potensi energi surya, ketersediaan biomassa, kebutuhan listrik, serta kondisi geografis dan demografis Pulau Kundur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hibrid pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa layak untuk dikembangkan di Pulau Kundur. Dari aspek teknis, kombinasi kedua sumber energi ini dapat memenuhi kebutuhan listrik secara stabil dan berkelanjutan. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa investasi dalam sistem hibrid PLTS 10 MWp yang memiliki nilai NPV positif sebesar Rp 26.016.473.504, IRR yang menarik sebesar 13,43% WACC di 9,99%, yang menghasilkan tarif listrik sebesar Rp 1.853/kWh pada tahun ke-1 hingga ke-10, dan turun menjadi Rp 1.111/kWh pada tahun ke-11 hingga ke-30 dan waktu pengembalian modal yang wajar 7,02 tahun. PLTBm 3 MWe yang memiliki nilai NPV positif sebesar Rp 10.903.263.880, IRR yang menarik sebesar 12,50% WACC di 9,42%, dan waktu pengembalian modal yang wajar 13,69 tahun dengan menghasilkan tarif listrik sebesar Rp 1.032/kWh (tahun 1–10) dan Rp 691/kWh (tahun 11–25). Dari segi lingkungan, sistem ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sementara itu, dari aspek sosial, pengembangan sistem ini dapat meningkatkan ketersediaan listrik yang handal bagi masyarakat setempat serta menciptakan lapangan kerja baru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan sistem hibrid pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa di Pulau Kundur layak untuk diimplementasikan. Rekomendasi yang diberikan meliputi perlunya dukungan kebijakan dari pemerintah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerjasama dengan pihak swasta untuk memastikan keberlanjutan proyek ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan energi terbarukan di daerah kepulauan lainnya di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : "1.Dr.Ir. Muhammad Syukri Nur, M.Si 2.Dr.Eng.Aep Saepul Uyun, S.Tp, M.Eng" |
| Uncontrolled Keywords: | Sistem Hibrid, Tenaga Surya, Biomassa, Kelayakan, Pulau Kundur, Energi Terbarukan. |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Energi Terbarukan |
| Depositing User: | Suwatno Suwatno Perpustakaan |
| Last Modified: | 06 Nov 2025 04:58 |
| URI: | http://repository.unsada.id/id/eprint/9976 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
