ANALISIS EXPERIMENTAL SISTEM EMERGENCY BRAKE PADA KENDARAAN BERAT UNTUK MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN AKIBAT MALFUNGSI REM

Salman, ALfarizi (2025) ANALISIS EXPERIMENTAL SISTEM EMERGENCY BRAKE PADA KENDARAAN BERAT UNTUK MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN AKIBAT MALFUNGSI REM. Other thesis, UNSADA.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (958kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (750kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (705kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (991kB)
[thumbnail of HASIL TURNITIN.pdf] Text
HASIL TURNITIN.pdf

Download (628kB)
[thumbnail of SUKET TURNITIN.pdf] Text
SUKET TURNITIN.pdf

Download (676kB)
Official URL: http://repository.unsada.id

Abstract

Kegagalan sistem pengereman pada kendaraan berat dapat menyebabkan kecclakaan serius salah satu penyebabnya adalah penurunan tekanan fluida akibat vapor lock. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh tekanan fluida terhadap performa sistem emergency brake dan mcngidentifikasi kondisi terjadinya gangguan hidrolik pada berbagai tingkat kecepatan roda. Metode yang digunakan adalah pengujian eksperimental dengan variasi kecepatan putar roda dari 94 rpm, 143 rpm, 194 rpm, 236 rpm dan 280 rpm, sambil mcmantau tckanan sistem rem dan volume cairan yang berkurang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kecepatan 94 rpm sistem pengereman masih dalam kondisi normal dengan tekanan awal sebanyak 1H bar namun setelah dilakukan 70 kali pcngujian sistem pcngcrcman mulai mcngalami malfungsi pada tekanan 5 bar. Pada kecepatan 143 rpm malfungsi rem muncul ketika tekanan turun ke 6,5 bar. Kecepatan 194 rpm sistem pengereman menunjukkan gejala bar. Pada kecepatan 236 rpm malfungsi pada sistem pengereman muncul pada tckanan 8 bar. Dan yang terakhir pada kecepatan 280 kegagalan sistem pengereman terjadi pada tekanan 8,5 bar. Penurunan tekanan ini mempcrkuat indikasi terbentuknya gclembung uap di saluran hidrolik yang menghambat efektivitas pengereman. Situasi vapor lock dengan tekanan akhir 7 menegaskan bahwa kestabilan tekanan fluida memegang peranan penting dalam mcnjaga kinerja sistem rem tetap optimal. Oleh karena itu, pemantauan tekanan secara langsung ini dan bcrkclanjutan diperlukan untuk mcnghindari potcnsi kcgagalan pcngcrcman pada kendaraan berat.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Dosen Pembimbing : Dr. Rolan Siregar S,T., M,T
Uncontrolled Keywords: Emergency Brake, Tekanan Fluida, Vapor Lock, Kecepatan Roda, Sistem Pengereman
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Suwatno Suwatno Perpustakaan
Last Modified: 27 Oct 2025 09:28
URI: http://repository.unsada.id/id/eprint/9873

Actions (login required)

View Item View Item