Irzi, Nugroho (2026) ANALISIS PENGERINGAN TALAS BENENG MENGGUNAKAN ENERGI SURYA PADA MESIN PENGERING HYBRID SOLAR-BIOMASSA. Other thesis, UNSADA.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (902kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1.pdf Download (717kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 2.pdf Download (783kB) | Preview |
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (902kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (935kB) |
|
Preview |
Text
BAB 5.pdf Download (707kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (677kB) | Preview |
Preview |
Text
LAMPIRAN.pdf Download (634kB) | Preview |
Preview |
Text
HASIL TURNITIN.pdf Download (721kB) | Preview |
|
Text
SUKET TURNITIN.pdf Restricted to Registered users only Download (144kB) |
Abstract
Talas Beneng (Xanthosoma undipes) merupakan komoditas pangan lokal potensial dengan kandungan karbohidrat tinggi, namun bersifat mudah rusak (perishable) akibat kadar air awal yang tinggi mencapai 65–70%. Pengeringan konvensional dengan penjemuran langsung memiliki kelemahan berupa ketergantungan pada cuaca, risiko kontaminasi, dan ketidakseragaman kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan menganalisis unjuk kerja mesin pengering hybrid solarbiomassa dalam proses pengeringan irisan Talas Beneng. Sistem yang dirancang mengintegrasikan kolektor surya plat datar, ruang pengering berpenutup plastik UV 200 mikron (memanfaatkan efek rumah kaca), dan tungku biomassa berbahan bakar sekam padi sebagai sumber energi cadangan, dengan dimensi alat 120 cm × 80 cm × 150 cm. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan pengukuran distribusi suhu, intensitas matahari, massa sampel, dan kadar air secara berkala. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kondisi cuaca cerah, sistem mampu mempertahankan suhu ruang pengering rata-rata pada rentang 40°C–55°C (15°C– 20°C di atas suhu lingkungan), dengan puncak suhu mencapai 62°C pada keluaran kolektor. Sistem hybrid berhasil mengeringkan irisan Talas Beneng (ketebalan 5 mm) dari massa awal 500 gram hingga mencapai kadar air akhir di bawah 12% dalam waktu 7–8 jam, jauh lebih efisien dibandingkan penjemuran langsung yang membutuhkan 2– 3 hari. Aktivasi tungku biomassa terbukti mampu mencegah penurunan suhu di bawah 40°C saat intensitas matahari berkurang, sehingga kontinuitas proses pengeringan tetap terjaga. Disimpulkan bahwa sistem pengering hybrid solar-biomassa efektif mempercepat pengeringan Talas Beneng secara berkelanjutan dan mandiri energi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : Dr. Yefri Chan, S.T., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | Talas Beneng, mesin pengering hybrid, energi surya, biomassa, pengeringan pangan. |
| Subjects: | 600 Technology and Applied Sciences /Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 621.47 Solar Energy Engineering/Teknik Energi Matahari |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Suwatno Suwatno Perpustakaan |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 08:09 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 08:09 |
| URI: | http://repository.unsada.id/id/eprint/10763 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
