TRADISI TANGYUAN DALAM PERAYAAN DONGZHI: KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA PADA KOMUNITAS TIONGHOA JAKARTA DAN TANGERANG

Feriks, Atmadireja (2026) TRADISI TANGYUAN DALAM PERAYAAN DONGZHI: KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA PADA KOMUNITAS TIONGHOA JAKARTA DAN TANGERANG. Other thesis, UNSADA.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (981kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (798kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (959kB)
[thumbnail of HASIL TURNITIN.pdf] Text
HASIL TURNITIN.pdf

Download (574kB)
[thumbnail of SUKET TURNITIN.pdf] Text
SUKET TURNITIN.pdf

Download (666kB)
Official URL: http://repository.unsada.id

Abstract

Perayaan Dongzhi atau yang dikenal sebagai Hari Ronde (Tang Ceh) merupakan salah satu perayaan tradisional penting dalam kebudayaan Tionghoa yang masih dijalankan oleh komunitas Cina Benteng di Tangerang. Perayaan ini tidak hanya berkaitan dengan perubahan musim, tetapi juga mengandung makna sosial, budaya, dan filosofis yang tercermin dalam ritual sembahyang, kebersamaan keluarga, serta simbolisme makanan tradisional berupa ronde (tangyuan). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sosial dan budaya perayaan Dongzhi pada komunitas Cina Benteng di Tangerang, dengan fokus pada praktik ritual, simbolisme ronde, serta tantangan pelestarian tradisi di tengah perubahan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, penyebaran kuesioner (survei), dan observasi langsung terhadap praktik perayaan Dongzhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Dongzhi masih dipahami oleh masyarakat Cina Benteng sebagai momen penting untuk mempererat hubungan keluarga dan mengekspresikan rasa syukur atas kesehatan, keselamatan, dan rezeki. Ronde memiliki makna simbolik yang kuat, baik dari segi bentuk maupun warna, yang mencerminkan konsep keutuhan, keseimbangan alam, serta siklus kehidupan. Namun demikian, praktik ritual dan pemahaman mendalam terhadap makna filosofis perayaan Dongzhi cenderung mengalami penurunan, terutama di kalangan generasi muda, akibat pengaruh modernisasi dan kurangnya pewarisan budaya antar-generasi. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perayaan Dongzhi pada komunitas Cina Benteng masih memiliki nilai sosial dan budaya yang signifikan, namun memerlukan upaya pelestarian yang berkelanjutan agar tetap relevan dan tidak kehilangan makna di masa mendatang.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Dosen Pembimbing : Dr. C. Dewi Hartati, S.S., M.Si
Uncontrolled Keywords: Dongzhi (Tang Ceh); ronde; Cina Benteng; makna sosial dan budaya; festival tradisional
Divisions: Fakultas Bahasa Dan Budaya > Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Depositing User: Suwatno Suwatno Perpustakaan
Last Modified: 06 Mar 2026 06:35
URI: http://repository.unsada.id/id/eprint/10291

Actions (login required)

View Item View Item