Alan, Nurdiansyah (2025) “ANALISA SISTEM MOORING MENGGUNAKAN ANCHOR PADA ACCOMODATION WORK BARGE”. Other thesis, UNSADA.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (560kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (733kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (661kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 6.pdf Download (546kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (542kB) |
|
|
Text
HASIL TURNITIN.pdf Download (511kB) |
|
|
Text
SUKET TURNITIN.pdf Download (82kB) |
Abstract
Pada industri maritim, sistem mooring yang efektif sangat penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan pekerjaan offshore .Sistem mooring merupakan kumpulan peralatan dan teknik yang digunakan untuk menjaga posisi dan stabilitas suatu struktur di laut maupun pada accomodation work barge. Dalam praktiknya, masih terdapat berbagai tantangan dan permasalahan dalam penggunaan sistem mooring pada accomodation work barge. Faktor-faktor seperti kondisi cuaca, kedalaman laut, jenis anchor yang digunakan, serta kekuatan konstruksi sistem mooring dapat mempengaruhi kinerja sistem mooring secara keseluruhan. Penelitian ini akan berfokus dalam menganalisa faktor yang berpengaruh pada mooring system,menganalisa RAO kapal,evaluasi berat anchor dan tension wire serta pengaruh pada stabilitas kapal. Penelitian ini memiliki output tujuan menghasilkan rekomendasi mooring system serta konfigurasi yang terbaik berdasarkan 4 jenis seabed. Analisa dilakukan dengan menggunakan bantuan software ansys aqwa serta kriteria – kriteria yang terlah ditetapkan pada class ABS, DNV, serta API. Berdasarkan hasil analisa faktor yang paling mempengaruhi tension wire adalah beban lingkungan yang diterima kapal (arus, gelombang,angin). Perbedaan beban Lingkungan juga akan menghasilkan nilai tension yang bebeda pada analisa holding power seabed jenis mud menghasilkan holding power yang paling kecil sedangkan seabed dengan jenis rock menjadi seabed dengan nilai holding power tertinggi namun memiliki resiko sulit untuk ditambatkan. Konfigurasi 8 mooring system cocok untuk operasional floating hotel karena memiliki stabilitas yang baik sedangkan 6 mooring di rekomendasikan untuk pekerjaan well intervention karena lebih effisien saat proses pekerjaan. Penempatan anchor paling baik terletak pada 45° – 60° dari centerline kapal karena memiliki distribusi beban yang merata
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : Arif Fadillah, S.T.,M.Eng.,Ph.D,IPM |
| Uncontrolled Keywords: | Kapal AWB,Analisa Mooring,Tegangan,RAO,Jangkar |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Kelautan > Teknik Perkapalan |
| Depositing User: | Suwatno Suwatno Perpustakaan |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 09:38 |
| URI: | http://repository.unsada.id/id/eprint/10264 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
