ANALISA KELAYAKAN PORTOFOLIO INVESTASI DENGAN METODECAPM (STUDI KASUS LQ45)

Muhammad Sulaiman, Daulay (2009) ANALISA KELAYAKAN PORTOFOLIO INVESTASI DENGAN METODECAPM (STUDI KASUS LQ45). Other thesis, UNSADA.

[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (736kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (4MB)
Official URL: http://repository.unsada.id

Abstract

Hasil Penelitian: Hasil perhitungan return 10 perusahaan memperlihatkan secara umum memiliki return yang positif, return yang tertinggi pada saham INCO-JK sebesar 9.33% dan yang terendah ISAT-JK memiliki return yang terendah 2.52%. Dan Perbandingan tingkat risiko yang dihadapi 10 perusahaan adalah risiko yang tertinggi dimiliki saham Tambang Batubara Bukit Asam Tok yaitu 0.1385 sedangkan yang terendah Telekomunikasi Indonesia Tbk sebesar 6.92% hal ini menggambarkan bahwa return yang tinggi akan menghadapi tingkat risiko yang tinggi.Perbandingan standar deviasi 10 perusahaan dengan standar deviasi pasar memperlihatkan secara umum diatas standar deviasi pasar, Telkom Tbk yang memiliki standar deviasi terkecil diatara 10 perusahaan masih diatas standar deviasi pasar 6.00% hal ini menandakan rata-rata risiko yang dihadapi 10 perusahaan sangat tinggi.Beta 10 perusahaan ada yang memiliki nilai positif ASII, BBCA, ISAT, INDF, TLKM beta positif yang tertinggi dimiliki oleh ISAT sebesar 6.8324 dan beta negative AALI, INCO, SMCB, PTBA, UNTR. Beta negative tertinggi dimiliki oleh AALI -7.7340, hal ini menggambarkan perusahaan dengan beta besar menggambarkan perusahaan tersebut sensitive terhadap perubahan pasar.Perbandingan antara (RI) dengan E(Ri) secara umum Ri lebih tinggi dibanding E(Ri). Return 10 perusahaan rata-rata lebih tinggi dibanding Suku Bunga SBLdengan pendekatan CAPM portofolio saham dari 10 saham perusahaan yang layak adalah saham Internasional Nikel Ind. Tok (INCO.JK), Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA.JK), Astra Agro Lestari Tbk (AALI.JK), Holcim Indonesia Tbk (SMCB.JK), United Tractors Tok (UNTR.JK), Bank Central Asia (BBCA.JK). (F).Kesimpulan : investasi pada 10 perusahaan LQ45 memiliki risiko yang tinggi namun diimbangi dengan return yang lebih besar dibanding return pasar secara keseluruhan.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Dosen Pembimbing : Jombrik, SE,MM
Uncontrolled Keywords: Expected return, risiko( standar deviasi), beta, sertifikat bank Indonesia (SBI),Capital Asset Pricing Model
Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
Depositing User: Suwatno Suwatno Perpustakaan
Last Modified: 04 Nov 2025 07:42
URI: http://repository.unsada.id/id/eprint/9958

Actions (login required)

View Item View Item