ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK HOLDER DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT TRILOGAM INDOJAYA

Muhammad Muzhaffar, Syabaany (2025) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK HOLDER DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT TRILOGAM INDOJAYA. Other thesis, UNSADA.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (751kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (979kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 6.pdf] Text
BAB 6.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (631kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (924kB)
[thumbnail of HASIL TURNITIN.pdf] Text
HASIL TURNITIN.pdf

Download (685kB)
[thumbnail of SUKET TURNITIN.pdf] Text
SUKET TURNITIN.pdf

Download (186kB)
Official URL: http://repository.unsada.id

Abstract

PT Trilogam Indojaya adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi holder sebagai salah satu komponen utama dalam proses produksinya. Namun, perusahaan menghadapi masalah kualitas pada produk holder yang mengakibatkan tingginya tingkat cacat dan ketidakpuasan pelanggan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan metode Six Sigma sebagai pendekatan untuk mengidentifikasi dan mengurangi penyebab cacat dalam proses produksi, sehingga meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan dalam metode Six Sigma yang terdiri dari Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Pada tahap Define, ditentukan permasalahan utama dan sasaran perbaikan. Tahap Measure digunakan untuk mengukur tingkat cacat awal dengan menghitung Defect Per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma. Selanjutnya, tahap Analyze dilakukan untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat menggunakan alat seperti fishbone diagram, histogram, diagram pareto, Dll. Tahap Improve dirancang untuk mengimplementasikan solusi perbaikan, sedangkan tahap Control dilakukan untuk menjaga keberlanjutan perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai DPMO sebesar 61.100 dan berdasarkan pada tabel DPMO ke nilai Sigma maka didapat nilai Sigma sebesar 3,037 atau pada tabel konversi Sigma pada bagian lampiran bisa dikatakan berada pada level 3� dengan kualitas 93,89 % setiap 2.750 produk Holder ORing yang dihasilkan oleh PT. Trilogam Indojaya. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan, menunjukan bahwa nilai DPMO sebesar 50.000 dan berdasarkan pada tabel DPMO ke nilai Sigma maka didapat nilai Sigma sebesar 3,145 atau pada tabel konversi Sigma pada bagian lampiran bisa dikatakan berada pada level 3 � dengan kualitas 95 % setiap 3.200 produk New Holder O-Ring yang dihasilkan oleh PT. Trilogam Indojaya. Peningkatan control kualitas pada setiap tahap produksi melalui prosedur pemeriksaan standar (Standars Operating Prosedure/SOP), pelatihan operator untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran terhadap kualitas, serta pengoptimalkan penggunaan jig dan groove sebagai alat bantu guna memastikan presisi ukuran produk. Selanjutnya dilakukan penyesuaian parameter mesin dan perawatan preventif secara rutin untuk meminimalkan potensi cacat akibat keausan peralatan. Perbaikan ini diharapkan mampu menurunkan Tingkat cacat secara signifikan, meningkatkan konsistensi kualitas produk Holder, serta memperkuat kepuasan dan kepercayaan pelanggan di PT. Trilogam Indojaya.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Dosen Pembimbing : "1. Dr. Ir. Budi Sumartono, M.T. 2. Sarah Isniah, S.T. M.T."
Uncontrolled Keywords: Six Sigma, DMAIC, DPMO, Level Sigma.
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Suwatno Suwatno Perpustakaan
Last Modified: 12 Mar 2026 07:21
URI: http://repository.unsada.id/id/eprint/10310

Actions (login required)

View Item View Item