Amanda Fauz’a, Elmi (2026) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK FORGED BODY DENGAN METODE STATISTICAL PROSES CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DI PT “X”. Other thesis, UNSADA.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (642kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (729kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (611kB) |
|
|
Text
BAB 6.pdf Download (589kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (585kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (721kB) |
|
|
Text
HASIL TURNITIN.pdf Download (508kB) |
|
|
Text
SUKET TURNITIN.pdf Download (82kB) |
Abstract
Proses normalizing pada produk forged body di PT. X masih menghadapi permasalahan kualitas yang ditandai dengan tingginya tingkat kecacatan produk, khususnya kecacatan underhardness. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kecacatan yang dominan, menganalisis penyebab kecacatan utama, serta memberikan usulan perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) guna meminimalkan kegagalan pada proses normalizing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistical Process Control (SPC) yang meliputi check sheet, histogram, p-chart, diagram Pareto, dan diagram sebab akibat (fishbone), serta dilanjutkan dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum perbaikan kecacatan underhardness sebesar 4.700 unit hal tersebut berada di luar batas kendali statistik. Setelah perbaikan penurunan kecacatan sebesar 580 unit. Berdasarkan analisis fishbone dan FMEA, diketahui bahwa penyebab dominan kecacatan berasal dari faktor manusia, terutama terkait kurangnya pelatihan operator dalam pengendalian parameter proses normalizing, tidak mengkalibrasi mesin sebelum memulai proses, kurangnya kepatuhan terhadap prosedur, dan kelelahan dalam bekerja. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada kecacatan underhardness sebelum perbaikan sebesar 2.267, serta nilai RPN menurun menjadi 415. Perbaikan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi operator melalui pelatihan rutin operator dan evaluasi penerapan Standard Operating Procedure (SOP) proses normalizing selama enam bulan terbukti mampu menurunkan tingkat kecacatan underhardness sebesar 88,885%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) mampu meningkatkan stabilitas proses dan menurunkan tingkat kecacatan pada proses normalizing produk forged body.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : Ir. Atik Kurnianto, M.Eng |
| Uncontrolled Keywords: | Heat Treatment, Statistical Processing Control (SPC), Failure Mode Effect Analysis (FMEA), Risk Priority Number (RPN), Pengendalian Kualitas |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Industri |
| Depositing User: | Suwatno Suwatno Perpustakaan |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.unsada.id/id/eprint/10289 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
