Florensia Restian Dwi, Anggraini (2013) Metode Activity Based Costing Merupakan Alternatif Dalam enetapan Tarif Hemodialisis di Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cpta Husada. Other thesis, UNSADA.
|
Text
BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (611kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (849kB) |
Abstract
organisasi keuangannya agar mampu menjalankan kegiatan operasionalnya serta mampu bersaing dengan organisasi sejenisnya. Selain untuk kemajuan dan perkembangannya, rumah sakit diharapkan; tidak mengesampingkan misi sosialnya. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan yang memuaskan serta fasilitas yang modern dan lengkap. Klinik Hemodialisis sebagai salah satu bentuk rumah sakit yang mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan dituntut untuk dapat bersaing karena banyaknya klinik sejenis. Tidak hanya dalam segi pelayanan namun juga dalam segi tarif. Keterbatasan pada sistem akuntansi biaya konvensional menyebabkan diperlukannya sistem baru yang mampu menyediakan informasi biaya dandapat mengeliminir distorsi biaya, yaitu Activity Based Costing (ABC System, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara metode konvensional dengan metode Activity Based Costing dalam penetapan tarif hemodialisis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, sedangkan yang menjadi fokus penelitian adalah biaya overhead hemodialisis pada pelayanan single use, reuse baru, dan reuse. Tahapan analisis data dalam penelitian ini yaitu melakukan penghitungan tarif hemodialisis berdasark.an metode konvensional dan membandingkan dengan perhitungan dengan metode .4BC Hasil perhitungan HPP hemodialisis dengan menggunakan metode konvensional, untuk pelayanan single use HPPnya sebesar Rp. 538.279,00 sedangkan dengan metode ABC didapatkan Rp 512.419,00, lebih rendah Rp. 25.860,00 dari metode konvensional. Untuk pelayanan reuse baru, metode konvensional menghasilkan HPP sebesar Rp. 489.566,00, sedangkan metode ABC menghasilken HPP sebesar Rp. 483.183.00, lebih rendah Rp 6.383.00 dari metode konvensional. Dan yang terakhir untuk pelayanan reuse metode konvensional menghasilkan HPP sebesar Rp. 458.353,00, sedangkan metode ABC€ menghasilkan HPF sebesar Rp. lebih tinggi p. 4.971,00 dari metode konvensional. Saran dari penulis sebaiknya Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada mulai mempertimbangkan perhitungan biaya dengan menggunakan activity based costing system karena dengan activity based costing system akan diperoleh akurat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : (Drs. H Boedi Setyo Hartono, Ak, MM.) |
| Uncontrolled Keywords: | Activity Based Costing, Metode Biaya Konvensional |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Akuntansi |
| Depositing User: | Suwatno Suwatno Perpustakaan |
| Last Modified: | 07 Oct 2025 03:27 |
| URI: | http://repository.unsada.id/id/eprint/9751 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
