MAKNA SIMBOLIK KUE BULAN PADA MASYARAKAT TIONGHOA DI GLODOK JAKARTA BARAT

Rika Herlina, Wati (2026) MAKNA SIMBOLIK KUE BULAN PADA MASYARAKAT TIONGHOA DI GLODOK JAKARTA BARAT. Other thesis, Unsada.

[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (896kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1.pdf]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (577kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2.pdf]
Preview
Text
BAB 2.pdf

Download (691kB) | Preview
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf]
Preview
Text
BAB 5.pdf

Download (643kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (562kB) | Preview
[thumbnail of HASIL TURNITIN.pdf]
Preview
Text
HASIL TURNITIN.pdf

Download (535kB) | Preview
[thumbnail of SUKET TURNITIN.pdf] Text
SUKET TURNITIN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (85kB)
Official URL: http://repository.unsada.id

Abstract

Penelitian ini membahas makna simbolik kue bulan pada masyarakat Tionghoa di Glodok, Jakarta Barat, perubahan maknanya, serta hubungan antara bahasa, simbol, dan praktik budaya dalam Festival Zhongqiu. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan antropolinguistik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi terhadap lima informan dari latar Hakka dan Hokkien dengan kelompok usia yang berbeda. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue bulan bukan hanya makanan tradisional Festival Zhongqiu, tetapi juga simbol persatuan, keutuhan keluarga, keharmonisan, rasa syukur, doa, penghormatan, dan identitas budaya. Bentuk bulat kue bulan berkaitan dengan bulan purnama serta gagasan 团圆 (Tuányuán) atau reuni keluarga. Perubahan yang terjadi lebih tepat dipahami sebagai perluasan makna, bukan hilangnya makna lama. Selain menjadi simbol keluarga dan perayaan, kue bulan kini juga berfungsi sebagai hadiah, produk musiman, komoditas, dan media untuk memelihara hubungan dengan kerabat, sahabat, serta kolega. Istilah 中秋节 (Zhōngqiū Jié), 月饼 (Yuèbǐng), 团圆 (Tuányuán), dan 中秋节快乐 (Zhōngqiū Jié kuàilè) berperan dalam penamaan, penjelasan, serta pewarisan makna budaya. Dengan demikian, bahasa memberikan kerangka penafsiran, simbol menampilkan nilai budaya, dan praktik sosial menghidupkan serta mempertahankan makna kue bulan. 本论文研究雅加达西区格洛多克华人社会中月饼的象征意义、意义的变化,以及中 秋节文化中语言、符号与文化实践之间的关系。研究采用描述性定性方法,并以人 类语言学作为分析视角。研究资料通过观察、半结构式访谈和文献记录获得,受访 者共五人,分别具有客家和闽南背景,并来自不同年龄层。资料分析包括资料筛 选、资料呈现和结论归纳,同时通过资料来源与研究方法的三角互证保证资料的可 信度。研究结果表明,月饼不仅是中秋节的传统食品,也是家庭团聚、完整、和 谐、感恩、祝福、尊重与文化认同的象征。月饼的圆形与满月相联系,并体现“团 圆”的文化观念。现代化和城市生活并未使原有意义消失,而是使月饼的意义进一步 扩展。月饼除了作为家庭与节庆的象征之外,如今也成为礼品、季节性商品、商业 产品,以及维系亲属、朋友和同事关系的社会媒介。“中秋节”“月饼”“团圆”和“中秋节 快乐”等词语在文化事物的命名、解释和传承过程中发挥重要作用。因此,语言为符 号提供解释框架,符号使文化价值变得可见,而团聚、分享和赠送月饼等文化实践 则使这些意义得以延续。

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Dosen Pembimbing : Reny Syafrida, S.S., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Antropolinguistik, Festival Zhongqiu, kue bulan, makna simbolik, masyarakat Tionghoa Glodok.
Subjects: 300 Social Science/Ilmu Sosial > 394.1 Eating, Drinking Customs/Adat Istiadat yang Berhubungan dengan Makanan dan Minuman
Divisions: Fakultas Bahasa Dan Budaya > Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Depositing User: Suwatno Suwatno Perpustakaan
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:26
Last Modified: 27 Oct 2026 02:26
URI: http://repository.unsada.id/id/eprint/10997

Actions (login required)

View Item View Item